Menjadi Sosok
guru matematika yang profesional tentunya tidak mudah, namun apabila kita
jalan dengan ikhlas maka semua yang kita lakukan akan bernilai positif.
Berikut beberapa tips menjadi guru matematika yang profesional :
1. Mengunakan
metode pembelajaran yang bervariatif dan menyenangkan.
Dengan menggunakan metode yang beragam,
akan membuat siswa tidak bosen saat belajar karena dengan metode yang beragam
pembelajaran akan bervariatif , siswa tidak akan merasa jenuh dan merasa
senang, hindari memakai satu metode, misalnya hanya memakai metode ceramah.
2. Memberikan motivasi
pada siswa, bukan menyindir siswa.
Setiap siswa memiliki kemampuan yang
berbeda-beda, dan tidak bisa kita anggap semua sama. Ada siwa yang memiliki
kemampuan tinggi, memiliki kemampuan sedang dan memiliki kemampuan yang kurang.
Guru harus mampu memberi motivasi pada seluruh siswa dan bagi siswa yang
memiliki kemampuan yang kurang perlu diberi motivasi lebih agar rasa ingin
belajarnya meningkat dan bukan menyindirya. Karena jika seorang guru meyindir
seorang siswa, siswa akan merasa semakin kurang percaya diri , kemauan
belajarpun akan kurang bahkan hilang dan akan menjauh dari guru tersebut.
3. Jika marah atau kecewa
pada siswa, berbicara lah pada mereka dan bukan berteriak
Seorang siswa wajar jika melakukan
kesalahan, jika hal tersebut terjadi tegurlah siswa tersebut dengan cara
berbicara padanya dengan maksud untuk menasehatinya agar kesalahan tersebut
tidak dilakukan lagi, bukan berteriak didalam kelas, karena hal tersebut tidak
akan menyelesaikan masalah dan bahkan akan menambah masalah. Karena hal
tersebut akan menganggu psikis seorang siswa dan akan membuat siwa tersebut dan
yang lainnya akan menjauh dari guru tersebut
4. Mampu menciptakan
kondisi belajar mengajar yang kondusif.
Guru yang menguasai materi dan
menyampaikannya dengan enak dan mudah dipahami murid. Dan guru yang memberikan
penilaian yang obyektif.
5. Guru yang
humoris, mudah diajak berteman oleh siswa dan bukan menjadi teman siswa.
Hampir kebanyakkan siswa menyukai guru
yang humoris. Tentu dengan candaan dan humor membuat belajar lebih
menyenangkan. Tetapi bukan berarti humor yang menyinggung kekurangan muridnya,
melainkan humor pada tempat dan saat yang tepat. Mudah diajak berteman artinya
guru adalah pihak yang pasif dalam berkomunikasi namun tetap dengan cara yang
profesional. Berusaha menjadi teman siswa hanya akan menyulitkan situasi
dikemudian hari.
6. Guru yang menjaga
wibawa
Selain menciptakan hubungan yang
harmonis dengan muridnya, guru juga harus menjaga wibawanya. Itu tercermin dari
tingkah laku atau sikap di dalam kelas atau di luar kelas..
7. Guru yang selalu
berpenampilan menarik dan murah senyum serta sabar.
Menjaga penampilan yang menarik, rapi
membuat murid merasa betah dengan guru. Begitupun dengan senyum, murid akan
menyukai guru yang suak senyum dengan tulus dan sabar.
8. Guru yang mendidik
dengan hati dan menginspirasi.
Mendidik atau mengajar bukan hanya
dianggap sebagai pekerjaan atau profesi, lebih dari itu juga dimaknai sebagai
pengabdian dan ibadah. Murid bukan hanya sebagai obyek, tetapi juga insan
seperti anak, yang tidak hanya dididik juga didoakan.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar